Workshop Pengembangan Kompetensi Dosen dalam Pembelajaran Student Center Learning (SCL)

Perubahan Paradigman dalam proses Pembelajan yang semula berpusat pada dosen menjadi pembelajaran yang berpusat kepada mahasiswa, sehingga diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan, sikap  dan prilaku. Melalui Prose Pembelajaran dengan keterlibatan aktif mahasiswa, sementara dosen membantu mengakses informasi, menata dan mentransfer guna menemukan solusi terhadap permasalahan yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Proses Student Centered Learning (SCL) merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh dan membangun sendiri pengetahuannya sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman yang mendalam yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pengetahuan mahasiswa. Untuk itu perlu adanya kegiatan Workshop sebagai pengantar menuju pembelajaran perguruan tinggi yang berkualitas.

Workshop yang bertemakan  “Evaluasi Proses Pembelajaraan yang berbasis pendekatan Student Centered Learning (SCL)” adalah salah satu program kerja Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) yang di laksanakan oleh Pusat Pengembangan Penjaminan Mutu Proses Pembelajaran (PUSBANG PMPP). Workshop ini dilaksanakan pada tanggal  6 September 2014, dengan mengundang Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof. Dr. Djaali sebagai pemeteri. dihadiri peserta sebanyak 52 orang yang berasal dari 48 orang utusan setiap Fakultas dilingkungan Universitas Tadulako,  dan 4 orang peserta utusan dari Universitas  Alhairat Palu dan STIE Palu.

Diharapakan kegiatan ini dapat memberi pengetahuan lebih terhadap Dosen sehingga saat menerapkan pembelajaran, mahasiswa dapat membangun sendiri pengetahuannya dan akhirnya dapat meningkatkan mutu kualitas mahasiswa itu sendiri.

EXPO DIES NATALIS UNTAD KE-33

Dies Natalis UNTAD ke-33 jatuh pada tanggal 18 Agustus 2014, bertemakan “ 33 Tahun Untad Hadir Dalam Bhakti Bagi Kejayaan Nusa dan Bangsa”.  Dibuka oleh Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir.Muhammad Basir, SE., MS.  Kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas akademik dan unit kerja lingkup Untad dirangkaikan dengan beberapa kegiatan, antara lain: jalan santai, lomba seni, debat mahasiswa, tarik tambang, balap karung, lomba motor lambat dan expo.

Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Tadulako merupakan salah satu unit yang ikut berpartisipasi dalam Dies Natalis ke-33 tahun 2014.  Salah satu kegiatan yang ikut diramaikan adalah kegiatan EXPO.  Pada tahun 2014 ini LPPMP mengambil tema “Sikap Keterbukaan Terhadap Evaluasi Merupakan Jalan Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan”.

Kegiatan EXPO yang dilaksanakan pada tanggal 25 s/d 28 Agustus 2014, LPPMP Untad menampilkan hasil program kerja selama satu tahun terakhir, diantaranya Instrumen Tracer Study, Indeks Kinerja Dosen (IKD), Indeks Kepuasaan layanan (IKL), dan beberapa hasil program kerja LPPMP yang telah dilaksanakan.

LPPMP dan Pusat- Pusat yang berada dalam lingkup LPPMP,  bekerja sama membuat desain expo semenarik mungkin agar semua stakeholder di lingkungan Untad  tertarik sehingga mengetahui kegiatan-kegiatan LPPMP.  Selain itu berkat usaha tersebut LPPMP Untad berhasil meraih penghargaan sebagai juara 1 (satu) kategori stand yang paling menarik dan terbersih.

Workshop Pembelajaran Berbasis KBK

Pembelajaran berbasis KBK memberi mahasiswa kesempatan untuk berpikir tentang pengalamannya, sehingga dapat mendorong berfikir krearif dan imajinatif, serta menkonstruksi pemahamannya melalui pengalamannya sendiri, proses pembelajaran ini mengarahkan mahasiswa untuk dapat menggunakan siasat kognitifnya dalam pengelolaan informasi sehingga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mencoba gagasan baru agar terdorong rasa kepercayaan diri dengan menggunakan konteks, baik yang telah dikenal maupun yang baru dan akhirnya memotivasi mahasiswa untuk menggunakan berbagai strategi belajar.

Workshop pembelajaran berbasis KBK dilaksanakan pada hari Senin, 23 Juni 2014 bertempat di Ruang Convention Hall Media Center Universitas Tadulako, kegiatan waorkshop dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) melalui Pusat Pengembagan dan Penjaminan Mutu Proses Pembelajaran (PUSBANG-PMPP). Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama yaitu Dr. Arif Satria, SP., M.Si, dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI). Selain Dr. Arif Satria, SP., M.Si selaku pemateri utama, hadir pula dua pemateri lainnya, yaitu Prof. H. Hasan Basri, MA., Ph.D. yang merupakan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Tadulako, dan Prof. Dr. H. Alam Anshary, M.S. yang merupakan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu.

Kegiatan ini dikhususkan kepada para dosen yang berasal dari tiga fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan dan Perikanan serta Fakultas Kehutanan. Kegiatan ini bertujuan agar para dosen mampu merancang kembali pembelajaran yang dilakukan dengan terus mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Dengan demikian, diharapkan output perguruan tinggi adalah orang-orang yang telah memiliki kualifikasi serta kompetensi yang diharapkan oleh dunia kerja.

PELATIHAN PEKERTI-AA UNIVERSITAS TADULAKO

Program  Peningkatan  Ketrampilan  dasar  Teknik  Instruksional  (PEKERTI)   dan   program APPLIED Approach (AA) merupakan dua buah program pelatihan yang dapat dimanfaatkan dalam rangka  peningkatan  kompetensi  professional  dosen  dalam  memangku  jabatan  funsional,  terutama dalam peningkatan ketrampilan seni mengajar Dosen.

Lembaga Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) melalui Pusat Pengembangan dan Peningkatan Mutu Proses Pembelajaran (PUSBANG-PMPP) kembali mengadakan pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) yang dilaksanakan bersamaan dengan pelatihan Applied Approach (AA) pada tanggal 3 Mei 2014. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Tadulako sekaligus pemateri pertama, Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir, SE., MS. Dalam paparannya, guru besar Ilmu Tanah ini mengatakan bahwa penataan sistem pendidikan tinggi yang mencakup fungsi kualitas, fungsi otonomi, fungsi akuntabilitas, fungsi akreditasi dan fungsi evaluasi haruslah terimplikasi dalam peranan setiap dosen demi terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif dalam menghadapi persaingan di masa depan.

Pelaksanaan kegiatan PEKERTI-AA bertujuan memberikan pemahaman dasar mengajar serta meningkatkan profesionalisme para dosen dalam melaksanakan tugas mengajar. Berkaitan dengan tujuan tersebut, maka prioritas peserta pelatihan PEKERTI ini adalah para dosen muda, baik dengan status sebagai dosen tetap non-PNS ataupun sebagai dosen tetap berstatus PNS. Adapun pelatihan AA diikuti oleh dosen-dosen yang seluruhnya mengajar di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Tadulako.

Pelatihan PEKERTI dilaksanakan mulai tanggal 3 Mei hingga pada tanggal 9 Mei 2014, bertempat di Gedung Media Center Universitas Tadulako. Pelatihan AA sendiri yang dilaksanakan di Gedung B RSUD Undata, berlangsung setiap hari Sabtu dan Minggu, dimulai pada tanggal 3 Mei 2014 dan berakhir pada tanggal 18 Mei 2014. Para instruktur pada pelatihan ini merupakan dosen-dosen dengan kualifikasi pendidikan S-3 (doctor) dan memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing.

Indeks Kepuasan Layanan Bagi Tendik 2014

Tujuan pengukuran kepuasan tenaga kependidikan ini adalah untuk memperoleh gambaran kinerja institusi Untad menurut penilaian tenaga kependidikan berdasarkan apa yang dialaminya. Penilaian tersebut merupakan umpan balik (feed back) bagi pimpinan Universitas Tadulako untuk dijadikan acuan dalam menentukan arah kebijakan menyusun program kerja rutin dan pengembangan, serta penjaminan mutu layanan. Kinerja Untad tersebut diukur berdasarkan 2 Kategori, yaitu: kepuasan dan kepentingan. Masing-masing kategori terdiri atas 6 (enam) komponen pengukuran  yaitu: (1) layanan terhadap pekerjaan; (2) kapabilitas pimpinan;  (3) penghargaan/kesejahteraan; (4) sistem informasi; (5) kondisi lingkungan kerja; dan (6) fasilitas pendukung.  Keenam komponen tersebut, selanjutnya diukur dengan menggunakan 44 aspek pengukuran. Masing-masing aspek dinilai dengan menggunakan skala 1 sampai 4.  Makna gradasi skala tersebut adalah: angka 1 (tidak puas/tidak penting); 2 (kurang puas/kurang penting); 3 (puas/penting); dan 4 (sangat puas/sangat penting). Sampel survei ini meliputi 145 tenaga kependidikan, mewakili unit kerja di lingkup Untad.  Analisis data dilakukan dalam 3 tahap, yaitu: (1) analisis reliabilitas alat ukur; (2) analisis validitas alat ukur; (3) analisis gap dan tingkat kepuasan relatif; dan (4) analisis statistik deskriptif.

Hasil uji alat ukur menunjukkan bahwa seluruh indikator valid (indeks validitas > 0,3) dan reliabel (koefisien α = 0,987).  Berdasarkan data pengukuran 6 komponen, rerata tingkat kepentingan sebesar 3,24 dan kepuasan sebesar 2,64. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan (gap) antara harapan dan realitas yang dialami tenaga kependidikan terhadap layanan lembaga sebesar 0,60. Kontribusi terbesar terhadap gap tersebut berasal dari komponen penghargaan/kesejahteraan dengan nilai 0,83 dan kontribusi terendah diberikan oleh komponen fasilitas pendukung dengan nilai 0,62. Dengan demikian, komponen penghargaan/kesejahteraan menjadi fokus perbaikan dalam upaya meningkatkan kualitas layanan universitas terhadap tenaga kependidikan.

Hasil analisis nilai indeks tingkat kepuasan tenaga kependidikan pada 6 komponen pengukuran menunjukkan bahwa, ada 2 (dua) komponen pengukuran memberikan kategori kurang memuaskan bagi tenaga kependidikan, yaitu: (1) penghargaan/kesejahteraan; dan (2) teknologi sistem informasi. Empat komponen pengukuran lainnya masuk dalam kategori memuaskan, yaitu: (1) layanan terhadap pekerjaan; (2) kapabilitas pimpinan; (3) kondisi lingkungan kerja; dan (4) fasilitas pendukung.

Indeks Kepuasan Layanan Bagi Dosen 2014

Tujuan pengukuran kepuasan dosen ini adalah untuk memperoleh gambaran kinerja lembaga menurut penilaian dosen. Penilaian tersebut  merupakan umpan balik (feed back)  bagi institusi dan pimpinan Universitas Tadulako, untuk menjadikan acuan dalam menentukan arah kebijakan menyusun program kerja rutin dan pengembangan profesi dosen, serta penjaminan mutu akademik melalui profesionalisme dosen yang dapat memenuhi kepuasan stakeholders. Kinerja, diukur berdasarkan 2 kategori, yaitu: kepuasan dan kepentingan dosen. Masing-masing kategori terdiri atas 4 komponen pengukuran yaitu: (1) pengembangan kompetensi; (2) pengembangan karier;                  (3) penghargaan/kesejahteraan; dan (4) fasilitas pendukung. Keempat komponen  tersebut selanjutnya diukur dengan menggunakan 22 aspek pengukuran. Masing-masing aspek tersebut menggunakan skala 1 sampai 4. Gradasi skala bermakna sebagai berikut: angka 1 (tidak puas/tidak penting); 2 (kurang puas/kurang penting); 3 (puas/penting); dan 4 (sangat puas/sangat penting). Sampel survei ini meliputi 229 dosen, mewakili 10 Fakultas di lingkup Untad. Analisis data dilakukan dalam 4 tahap, yaitu: (1). Analisis reliabilitas alat ukur, (2). Analisis validitas alat ukur, dan (3).Analisis gap dan tingkat kepuasan relatif dan (4) analisis statistik deskriptif.

Hasil uji coba alat ukur menunjukkan bahwa seluruh indikator valid (indeks validitas > 0,3) dan reliabel (koefisien α = 0,940). Berdasarkan data universitas, rerata tingkat kepentingan sebesar 3,52 dan kepuasan sebesar 2,45. Hasil tersebut menunjukkan bahwa gap antara harapan dan realitas yang diterima dosen terhadap layanan lembaga sebesar 1,06. Kontribusi terbesar gap tersebut berasal dari komponen fasilitas pendukung dengan nilai 1,27 dan kontribusi terendah diberikan oleh komponen pengembangan karir dengan nilai 0,88. Dengan demikian komponen fasilitas pendukung menjadi fokus perbaikan dalam meningkat kuwalitas layanan universitas terhadap dosen.

Hasil analisis data dari masing-masing fakultas menunjukkan bahwa Fakultas Hukum memiliki gap tingkat kepentingan dan kepuasan yang terendah, yaitu sebesar 0,50.  Sementara itu, Fakultas Teknik memiliki gap tingkat kepentingan dan kepuasan tertinggi, yaitu sebesar 1,73.  Informasi ini menunjukan bahwa responden dari dosen di Fakultas Hukum merasakan layanan baik dari yang diharapkannya, sedangkan responden dari dosen Fakultas Teknik merasakan layanan paling rendah dari yang diharapkannya dibandingkan dengan penilaian fakultas lain di lingkungan Untad.

 

Indeks Kepuasan Layanan Bagi Mahasiswa 2014

Tujuan pengukuran kepuasan mahasiswa ini adalah untuk memperoleh gambaran kinerja lembaga menurut penilaian mahasiswa. Penilaian tersebut merupakan umpan balik (feed back)  bagi dosen dan pimpinan Universitas Tadulako untuk menjadi acuan bagi manajemen dalam menentukan arah kebijakan menyusun program kerja rutin dan pengembangan, serta penjaminan mutu layanan, khususnya yang terkait dengan kebutuhan para stakeholder. Kinerja diukur berdasarkan 2 komponen, yaitu: kepuasan dan kepentingan mahasiswa. Masing-masing komponen terdiri atas 6 (enam) aspek pengukuran yaitu: keandalan, daya tanggap, empati, fasilitas belajar, jaminan objektifitas, dan fasilitas pendukung. Keenam aspek tersebut diukur dengan menggunakan 58 indikator pengukuran. Masing-masing indikator tersebut menggunakan skala 1 sampai 4. Makna gradasi skala tersebut adalah: angka 1 (tidak puas/tidak penting); 2 (kurang puas/kurang penting); 3 (puas/penting); dan 4 (sangat puas/sangat penting). Sampel survei ini meliputi 1.600 mahasiswa sesuai jumlah kuesioner yang diedarkan, dengan 1.206 kuesioner yang diisi dan dikembalikan oleh mahasiswa dari 10 Fakultas dan 1 (satu) Program Pascasarjana. Analisis data dilakukan melalui 3 tahap, yaitu: (1). Analisis reliabilitas alat ukur, (2). Analisis validitas alat ukur, dan (3).Analisis gap antara kepentingan/harapan mahasiswa (student’s expectation) dan uraian deskriptifnya.

Hasil uji coba alat ukur menunjukkan bahwa seluruh indikator valid (indeks validitas > 0,3), dan reliabel (koefisien α = 0,973). Berdasarkan data universitas, rerata tingkat kepentingan sebesar 3,39 dan kepuasan sebesar 2,53. Hasil tersebut menunjukkan bahwa, gap antara harapan dan realitas layanan lembaga yang diterima mahasiswa sebesar 0,86. Kontribusi terbesar gap tersebut berasal dari aspek fasilitas belajar dengan nilai 1,19; dan kontribusi terendah diberikan oleh aspek keandalan dengan nilai 0,63. Dengan demikian, aspek fasilitas belajar semestinya menjadi prioritas perbaikan dalam meningkatkan kualitas layanan universitas terhadap mahasiswanya.

Hasil analisis data dari masing-masing fakultas menunjukkan bahwa Program Pascasarjana memiliki gap terendah antara tingkat kepentingan dengan kepuasan, yaitu sebesar 0,26. Sebaliknya, Fakultas Hukum memiliki gap tertinggi antara tingkat kepentingan dan kepuasan, yaitu sebesar 1,14. Informasi ini menunjukkan bahwa responden dari mahasiswa Program Pascasarjana merasakan layanan terbaik (mendekati kepentingan yang diharapkan, sementara mahasiswa Fakultas Hukum merasakan realitas pelayanan paling rendah dari yang diharapkannya dibandingkan dengan penilaian fakultas lain di lingkungan Untad. Secara umum, hasil analisis deskriptif data pada tingkat Universitas dan Fakultas/Pascasarjana menunjukkan bahwa, pelayanan lembaga terhadap mahasiswa dinilai memuaskan (level 2).

PELATIHAN AUDITOR

Pelatihan Audit merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh Pusdit EPMP LPPMP Untad, hal ini dikerenakan berbagai tantangan pendidikan tinggi yang antara lain meliputi: (1) pengaruh intervensi global dan liberalisasi pendidikan; (2) permasalahan makro nasional seperti: krisis politik, ekonomi, moral, dan budaya; (3) globalisasi, demokrasi, dan budaya persaingan; (4) peran perguruan tinggi membentuk masyarakat madani; (5) rendahnya mutu dan daya saing lulusan di tingkat nasional/internasional; dan (6) minimnya jumlah dosen-dosen yang dapat melakukan audit internal pada perguruan tinggi di tempatnya bertugas.   Dengan demikian, pelatihan Auditor Internal Mutu Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting bagi peningkatan mutu dan daya saing perguruan tinggi.

Tujuan Pelatihan ini adalah menghasilkan Auditor yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, mumpuni dan memiliki pengetahuan yang luas terhadap institusi/unit yang diaudit, serta harus dapat menilai dalam waktu yang singkat untuk mengetahui apakah sistem berjalan taat asas dan sesuai ketentuan yang terkait dengan mutu pendidikan tinggi.

Pelatihan auditor dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 10-12 April 2014, bertempat di Mercure Hotel Palu yang diikuti 45 peserta dan 10 diantaranya merupakan utusan dari 10 Fakultas yang ada di Lingkungan Universitas Tadulako.  Narasumber berasal dari Kantor Audit Internal IPB sebanyak 2 orang yakni Dr. Ir. Ahmad Darobin Lubis, M.Sc., QIA dan Dr. Wonny Ahmad Ridwan, M.Sc.

Kegiatan ini merupakan kali kedua dilaksanakan setelah pada tahun 2013 menghasilkan 34 orang auditor dan pada pelatihan kali ini menghasilkan 44 orang Auditor Internal. Dengan demikian jumlah auditor internal yang ada di Universitas Tadulako berjumlah 78 orang yang telah memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan evaluasi terhadap peyelenggaraan pendidikan di lingkungan Universitas Tadulako

BENCMARKING KE LPJM UNJ DAN SPI ITB

Berbagai kebijakan Rektor antara lain  bahwa semua SDM (dosen dan tenaga kependidikan) diberi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dirinya melalui pelatihan-pelatihan dan pendidikan, sesuai latarbelakang pendidikan/disiplin ilmunya dengan mempertimbangkan kebutuhan unit kerja dan pengembangan karirnya. Kegiatan pelatihan dan pendidikan dapat diikuti dalam lingkungan Universitas Tadulako (internal), dan di luar Universitas, baik dalam maupun luar negeri. Secara umum, setiap SDM diberi kesempatan untuk mengikuti program-program peningkatan kapasitas, seperti; pelatihan/training, magang, workshop, seminar,  Bench marking/ Recharching  dan lainnya.

Lembaga Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Tadulako, dalam hal ini khusus Pusat Audit dan Evaluasi Pendidikan (PUSDIT EPMP ) telah melakukan kegiatan ini pada tanggal 25 – 28 Maret  2014 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) , yang didelegasikan kepada lima  (5) orang,  Delegasi tersebut adalah :

  1. Mestawaty AS.A., MP (Koordinator Pusdit EPMP)
  2. Ir. Dwi Sulistiawati, MP ( Dosen Fungsional Pusdit EPMP)
  3. Hj. Wardah, MSc.F (Dosen Fungsional Pusdit EPMP)
  4. Gita Farista, S.Sos ( Staf Administrasi Pusdit EPMP)
  5. Magfira, S.Pt ( Staf Administrasi Pusdit EPMP)

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk menambah wawasan pengetahuan dan merubah pola berfikir pengembangan Institusi baik kinerja maupun tanggung jawab dan perubahan tingkah laku sebagai bagian personaliti dari Universitas Tadulako. Pengayaan pengetahuan dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM melalui Studi Banding ke LPJM UNJ dan SPI ITB  untuk meningkatkan kualifikasi staf”. Dengan kegiatan studi banding ke Lembaga Penjaminan Mutu Universitas lain yang lebih maju maka dapat mempercepat mengejar ketertinggalan (accelerated strategy) dan meningkatkan kinerja Staff pada Pusat  Audit dan Evaluasi Mutu Pendidikan LPPMP Universitas Tadulako terkait pelaksanaan Pelatihan Auditor Internal dan pelaksanaan Audit Internal yang dilakukan setiap tahun ajaran.

Kegiatan Bancmarking ini diharapakan dapat meningkatkan kinerja, pengembangan proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang meliputi Tri darma perguruan tinggi dan Bagi tenaga kependidikan diharapkan dapat meningkatkan kinerja, pengembangan ethos kerja serta pengetahuan lain yang ada hubungannya dengan pengelolaan administrasi.