Pengisian Kuesioner Tracer Study Bagi Lulusan Tahun 2020

Kami Panitia Tracer Study Untad Tahun 2021 Mengajak Alumni Untuk Mengisi Kuesioner Tracer Study Bagi Lulusan Tahun 2020 yang akan dipandu oleh Surveyor. Partisipasi para alumni dalam mengisi kuesioner tersebut sangat berharga dalam memberikan kontribusi pengembangan dan kemajuan UNTAD. Tracer Study merupakan wadah untuk memperoleh informasi penting berupa umpan balik alumni sebagai perbaikan, pengembangan sistem dan pengelolaan pendidikan perguruan tinggi, baik fasilitas, pola pengajaran dan pembelajaran, proses, serta pelayanan Universitas Tadulako.

silahkan klik link dibawah ini untuk informasi lebih lanjut
http://tracerstudy.untad.ac.id

LPPMP UNTAD Lakukan Survey Kepuasan Mahasiswa terhadap Pelaksanaan Perkuliahan Daring

Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Tadulako adakan Survey Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pelaksanaan Perkuliahan Daring di Universitas Tadulako (Untad), Semester Gasal 2020-2021, yang dilaksanakan selama lima hari pada Selasa-Sabtu (22-26/12).

Ir. Adnan Fadjar ST M.Eng.Sc selaku sekretaris Pusdit EPMP LPPMP dan juga sekretaris panitia pelaksana, mengungkapkan bahwa survey diikuti oleh 8.723 responden dari mahasiswa dengan persentase mahasiswa 39.3% angkatan 2020, 25.2% angkatan 2019, 24.4% angkatan 2018, 7% angkatan 2017 dan 4,1% mahasiswa angkatan 2014, 2015, dan 2016.

“Berdasarkan hasil survey, mayoritas mahasiswa aktif Universitas Tadulako memilih mengharapkan bentuk perkuliahan blended atau kombinasi dalam jaringan dan luar jaringan pada semester berikutnya,” ungkap Adnan.

Persentase data mahasiswa yang memilih bentuk perkuliahan blended adalah 43.3%, mahasiswa yang memilih perkuliahan luar jaringan (luring) 37.5%, dan mahasiswa yang memilih perkuliahan dalam jaringan (daring) sebanyak 19.1%.

“Pada persentase pilihan mengapa tidak memilih metode perkuliahan daring, 4.173 mahasiswa atau 59.2% mengatakan karena akses internet yang tidak lancar, 5.048 mahasiswa atau 71.7% beralasan karena sulit menyerap materi kuliah, sebanyak 2984 atau 42.4% kurang pengalaman praktikum, dan 45.3% atau sebanyak 3.194 mahasiswa beralasan paket data mahal,” jelasnya.

Berdasarkan data survey, mayoritas mahasiswa Untad tidak setuju jika perkuliahan semester depan hanya melalui daring saja, dengan mayoritas pilihan mahasiswa adalah bentuk perkuliahan blended.

“Berdasarkan hasil dari survey, tentunya saya berharap agar pandemi cepat berlalu sehingga kedepannya kita bisa kembali melakukan kuliah tatap muka seperti biasa,” tutupnya

BIMTEK Learning Management System dan Penerapan Case Method dan Team Based Project

Bertempat di Hotel Santika, Pusbang-KSB, Pusat Pengembangan Kurikulum dan Sumber Belajar (Pusbang-KSB) Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Tadulako (UNTAD), mengadakan Kegiatan BIMTEK Learning Management System dan Penerapan Case Method dan Team Based Project pada Senin, 15 Februari 2021.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Muhammad Nur Ali, M.Si, beliau mengungkapkan perlunya pelatihan ini untuk kemampuan pengaplikasian Learning Management System (LMs) Serta penerapan Case Method dan Team Based Project sebagai sistem belajar mengajar yang akan diterapkan di Lingkungan Universitas Tadulako.

Pada Bimbingan teknologi (BIMTEK) ini, panitia dari PUSBANG-KSB menghadirkan narasumber Dr. Darsikin, M.Si untuk memberikan bimbingan teknis akan tata cara kerja dari LMS yang akan diterapkan kedepannya kepada para peserta Bimbingan sebanyak 60 Orang.

WORSKHOP PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI PELAKSANAAN LAYANAN PUSLAK SPMI

Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Pusat Layanan Akreditasi dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (Puslak-SPMI) mengadakan Workshop Pengembangan Instrumen Evaluasi Pelaksananaan Layanan pada tanggal 25 November 2020, bertempat di gedung MIPA.

Workshop tersebut dilaksanakan guna mengevaluasi kinerja lembaga internal yang ada dalam setiap Pusbang internal yang ada dalam LPPMP dengan mencari tahu kendala yang umum terjadi serta bagaimana mengatasi dan meningkatkan efesiensi kerjasama tiap Pusbang untuk lembaga.

Dalam workshop evaluasi tersebut, para peserta yang merupakan karyawan dalam lembaga serta perwakilan tiap pusbang saling menyampaikan pendapat berupa kendala serta masukan untuk solusi kendala yang disampaikan serta saran untuk efisiensi kinerja untuk kemajuan.

Foto bersama peserta dan panitia Workshop